Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam, Wali Kota Rudi Ajak Sukseskan Pemilu 2024

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengajak semua pihak untuk menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal itu disampaikan Rudi usai mengikuti Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam Tahun 2024 di Dataran Engku Putri, Rabu (17/1/2024).

“Mari bersama kita sukseskan Pemilu 2024,” ajak Rudi.

Rudi berharap, menjelang pesta demokrasi itu, khususnya di Kota Batam, situasi tetap aman dan damai sehingga keberlangsungan Pemilu 2024 bisa terlaksana dengan baik.

“Meskipun berbeda-beda pilihan, bukan menjadi alasan terjadinya perpecahan. Jaga persatuan dan kesatuan demi masa depan bangsa lebih baik,” pesan Rudi.

Dalam upacara yang diikuti TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam tersebut, Dandim 0316 Batam, Letkol Inf Galih Bramantyo bertugas sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Dandim mengatakan, kegiatan upacara tersebut merupakan salah satu upaya mempererat silaturahmi dan persaudaraan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap NKRI.

“Kami mengapresiasi pengabdian dan sinergitas yang sudah terjalin selama ini. Tantangan ke depan tidak mudah, perubahan harus cepat dan kita dituntun menyikapinya dengan cerdas serta mengantisipasi upaya aduh domba, provokasi hingga menyesuaikan diri terhadap kemajuan teknologi dan penggunaan media sosial,” katanya.

Di kesempatan itu, Dandim mengingatkan, di tahun politik ini, sejumlah potensi bisa menimbulkan konflik horizontal dan vertikal. Untuk itu, ia mengingatkan semua pihak di tahun politik ini perlu menjadi perhatian bersama.

“Mari bersama menyukseskan Pemilu 2024, sama-sama menjaga penyelenggaraan Pemilu 2024 sehingga semua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selian itu, ia berpesan kepada semua peserta upacara untuk menjaga kebinekaan yang dimiliki dan dikawal bersama demi memperkokoh persatuan dan kesatuan.

“Jadilah perekat kemajemukan bangsa hingga Indonesia tetap utuh dan tangguh,” katanya.

Rudi Ajak Warga Kompak Dukung Pembangunan Batam

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengajak masyarakat kompak mendukung pembangunan Batam.

Hal itu disampaikan Rudi saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Sadai di Fasum PKJ, Bengkong, Selasa (16/1/2024) malam.

“Mari bergandengan tangan kompak mendukung pembangunan Batam demi terwujudnya Batam Kota Baru yang modern dan maju,” ajak Rudi.

Wali Kota pun meminta masyarakat terus menjaga Batam aman dan damai demi percepatan pembangunan. Di kesempatan itu, Pria yang juga sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut, memaparkan sejumlah pembangunan di Batam.

Beberapa pembangunan seperti jembatan layang Sei Ladi, jalan protokol, tempat ibadah, hingga tempat wisata baru di Bukit Senyum. Ia berharap, dengan gencarnya pembangunan tersebut menjadi daya tarik wisatawan dan investasi ke Batam.

“Tak terkecuali di Bengkong, beberapa pembangunan sedang dilaksanakan seperti di jalan Golden Prwan,” ujarnya.

“Dengan Batam makin maju dan cantik, orang akan datang ke Batam sehingga ekonomi akan terus bergerak dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat,” tambah Rudi.

Kehadiran orang nomor 1 di Batam tersebut saat Musrenbang itu sekaligus menjemput aspirasi masyarakat. Di mana, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan semua masukan serta keinginan terkait pembangunan Batam. Sejumlah persoalan yang disampaikan langsung direspons Wali Kota.

“Kami sangaja hadir langsung dalam Musrenbang tingkat kelurahan ini agar tahu persoalan seperti apa yang ada di tengah masyarakat,” katanya.

Perayaan Syukur 100 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Pangkal Pinang, Rudi Ajak Terus Doakan untuk Kebaikan Kota Batam

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menghadiri Perayaan Syukur 100 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Pangkal Pinang yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Minggu (14/1/2025).

Dalam sambutannya, Rudi mengajak kepada masyarakat yang hadir untuk terus dapat mendoakan Kota Batam, agar tetap aman, damai dan masyarakatnya yang sejahtera.

“Mudah-mudahan dengan hati iklas Bapak dan Ibu semua, Tuhan memberikan yang terbaik buat kita semua,” kata Rudi.

Rudi mengatakan pembangunan di semua sektor masih terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Terutama pada bidang infrastruktur jalan, bandara dan juga pelabuhan bongkar muat Batuampar.

Hal itu dilakukan tidak lain adalah bagaimana ke depan Kota Batam benar-benar menjadi kota yang maju dan modern serta menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia.

“Mari doakan Batam tetap aman dan damai,” ujarnya.

Pihaknya berharap apa yang sudah disiapkan dan direncanakan untuk Batam ke depan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, dibutuhan kerjasama dan dukungan dari semua elemen masyarakat Kota Batam.

“Mari jaga Kota Batam. Mohon doanya juga pembangunan Flyover Sungai Ladi yang sedang kita bangun saat ini dapat terlaksana sesuai dengan yang direncanakan,” katanya.

𝐖𝐚𝐥𝐢 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐑𝐮𝐝𝐢 𝐋𝐞𝐭𝐚𝐤𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐭𝐮 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐨𝐧𝐭𝐨𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐑𝐞𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠

Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Contoh Kawasan Pemukiman di Tanjung Banun, Kecamatan Galang, Pulau Rempang pada Rabu (10/1/2024).

Pembangunan kawasan permukiman ini ditujukan untuk warga yang terdampak pembangunan Kawasan Rempang Eco-City.

“Pembangunan ini merupakan tahap pertama dalam pembangunan kawasan pemukiman warga yang akan dilaksanakan di Tanjung Banun, sebanyak 961 unit rumah,” kata Rudi.

Rudi mengatakan, pembangunan kawasan pemukiman sebagai usaha pemerintah memberikan solusi terbaik pada masyarakat Rempang yang menjadi bagian dari Pembangunan Kawasan Rempang Eco-City

“Rumah Contoh akan segera kita bangun, inilah tanda bukti bahwa Pemerintah Pusat sampai daerah, serius dalam pelaksanaan pergeseran Ibu Bapak sekalian yang ada tinggal di Pulau Rempang ini,” ujar Rudi di hadapan warga.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan rumah contoh dapat diselesaikan dalam waktu 2,5 bulan. Setelah itu akan dilanjutkan pada pembangunan rumah-rumah lainnya sebanyak 961 unit, yang saat ini masih dalam proses perizinan.

Selain pembangunan pemukiman warga, pemerintah turut menegaskan akan bertanggung jawab pada pembangunan fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), sekolah, rumah ibadah, kantor pelayanan hingga sarana olahraga.

“Kami berharap, pembangunan fasilitas itu dapat membantu kebutuhan dan keberlangsungan hidup masyarakat warga Rempang,” katanya.

Ia juga mengatakan, Pulau Rempang telah terhubung dengan pulau Batam sejak Tahun 1995, namun selama ini fungsinya hanya sebagai jalur lalu lintas masyarakat. Secara ekonomi, pulau Rempang juga masih perlu dikembangkan dan ditingkatkan kembali.

“Maka dari itu, dengan adanya Pembangunan Kawasan Rempang Eco-City diharapkan dapat menjadi wajah baru dan mampu meningkatkan kualitas ekonomi daerah serta menyongsong Kota Batam menuju Kota Baru,” tutup Rudi.

𝐃𝐢𝐬𝐤𝐫𝐞𝐬𝐢 𝐖𝐚𝐤𝐨 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐃𝐞𝐥𝐞𝐠𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐄𝐟𝐞𝐤𝐭𝐢𝐟 𝐑𝐞𝐬𝐩𝐨𝐧 𝐊𝐞𝐥𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭

Kepemimpinan efektif dalam mengendalikan semua sektor usaha dalam area pelayanan Pemerintah Kota (Pemko) Batam terbukti sangat terasa dalam menindak lanjuti keluhan masyarakat khususnya yang berdomisili disekitar Tunas Regency, Sungai Binti, Sagulung. Terkait dengan aktivitas Cafe De Kampung yang dirasa mengganggu kenyamanan warga.

Masyarakat mengeluhkan suara bising Cafe De Kampung, karena dinilai sangat mengganggu dengan suara musik dari usaha dunia hiburan malam tersebut. Sebagai salah satu penerima kewenangan delegatif dari Wali Kota Batam tersebut, Camat Sagulung, Muhammad Hafiz bersama Danramil 02 Sekupang dan Kapolsek Sagulung serta Kabid Pengawasan DPMPTSP, serta Lurah Sungai Binti melakukan pengawasan dan memastikan usaha yang beraktifitas tersebut beroperasi sesuai ketentuan yang seharusnya. membuktikan betapa rentang kendali yang koordinatif mampu menghasilkan pengawasan yang efektif di wilayah kerja Pemko Batam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan bahwa betapa rentang kendali yang koordinatif mampu menghasilkan pengawasan yang efektif di wilayah kerja Pemko Batam yang tentunya didasari dengan pelimpahan kewenangan yang sangat jelas alias delegatif khususnya dalam pengawasan di dalam ranah tugas pokok dan fungsi perangkat daerah Kota Batam. Termasuk Kecamatan Sagulung yang mengambil peran dan inisiatif dalam mengawasi dilapangan dimana memang benar adanya bahwa cafe tersebut menimbulkan potensi gangguan dengan suara bising yang menggangu kenyamanan masyarakat setempat.

“Hasil temuan BPM-PTSP juga beberapa kegiatan usaha yang belum memiliki izin yang seharusnya,” katanya, Selasa (9/1/2024).

Adapun langkah yang sudah diambil Pemko Batam yakni, sebagai bentuk pembinaan usaha dengan meminta kepada pengelola untuk tidak lagi membunyikan musik dengan volume yang tinggi yang sangat berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Meminta kepada pengelola untuk mengurus perizinan sesuai usaha yang dijalankan,” ujarnya.

Selanjutnya, jika imbauan ini tidak diindahkan maka pihak berwenang yakni satpol PP dan DPM-PTSP akan memberikan sanksi mulai dari surat teguran bahkan sampai penutupan operasional usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setelah kita ingatkan bagi semua pelaku usaha terkhusus yang berpotensi menimbulkan gangguan kepada masyarakat sekitar lokasi usaha di semua tempat atau kecamatan (12 kecamatan se Kota Batam) agar mematuhi semua ketentuan yang berlaku termasuk jam operasionalnya serta mengantisipasi segala dampak yang bakal menimbulkan gangguan disekitar lokasi usaha,” harapnya.